Dokumentasi BAZNAS Kota Bukittinggi
BAZNAS Kota Bukittinggi Salurkan Rp338,8 Juta Zakat Program Bukittinggi Cerdas untuk 847 Mustahik
13/08/2026 | AdraBAZNAS Kota Bukittinggi Salurkan Rp338,8 Juta Zakat Program Bukittinggi Cerdas untuk 847 Mustahik
BUKITTINGGI — BAZNAS Kota Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan masyarakat melalui Pendistribusian Zakat Program Bukittinggi Cerdas yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di GOR Bermawi, Jalan By Pass, Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kota Bukittinggi.
Acara dihadiri oleh Wali Kota Bukittinggi Bapak Muhammad Ramlan Nurmatias, SH, Pimpinan BAZNAS Kota Bukittinggi yaitu Ketua Bapak Yandri Gusdianto Datuak Alang Batuah, Wakil Ketua I Bapak Masdiwar, Wakil Ketua II Bapak Donny Syahputra Tuangku Rajo Malano, dan Wakil Ketua III Bapak Drs. Yasrul, turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Bapak Dr. H. Irwan, M.Ag., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Bapak Albertiusman, S.Si, M.Si., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bukittinggi, Bapak Syukri Naldi, S.Kom, M.M serta Camat Mandiangin Koto Selayan yang diwakili oleh Sekretaris Camat Bapak Adrian M, S.Sos. para kepala sekolah siswa, beserta orang tua siswa dari SDN, SMPN, MIN, dan MTsN se-Kota Bukittinggi.
847 Mustahik Terima Bantuan Pendidikan
Dalam laporan Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi, Yandri Gusdianto Datuak Alang Batuah, menyampaikan bahwa Program Bukittinggi Cerdas merupakan salah satu bentuk nyata komitmen BAZNAS Kota Bukittinggi dalam menghadirkan manfaat zakat secara langsung kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Pada tahun 2026, Program Bukittinggi Cerdas memiliki kuota sebanyak 888 orang, dengan realisasi penerima manfaat sebanyak 847 siswa. Masing-masing mustahik menerima bantuan sebesar Rp400.000, sehingga total zakat yang didistribusikan kepada 847 penerima mencapai Rp338.800.000.
Adapun penerima manfaat tersebut terdiri atas:
- 366 siswa SDN
- 339 siswa SMPN
- 20 siswa MIN
- 79 siswa MTsN
- 43 orang dari kategori umum
Dengan demikian, program tersebut menjangkau siswa dari berbagai satuan pendidikan di Kota Bukittinggi yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu investasi terbesar dalam membangun masa depan. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, serta kemampuan generasi muda dalam menghadapi masa depan. Namun, masih terdapat keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Karena itu, zakat hadir sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas umat Islam.
“Bantuan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi keluarga penerima manfaat, insyaallah dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan dan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar,” ujar Yandri.
Pesan BAZNAS kepada Para Penerima Manfaat
Kepada para siswa penerima Program Bukittinggi Cerdas, Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan. Ia juga mengingatkan para siswa agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita, menghormati orang tua dan guru, menjaga akhlak, disiplin, serta memiliki semangat untuk terus berkembang.
“Jangan pernah merasa rendah diri karena menerima bantuan. Jadikan bantuan ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik dan lebih berprestasi,” pesannya.
Menurutnya, para penerima manfaat diharapkan kelak menjadi generasi yang sukses dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Jika suatu saat mereka telah berhasil dan memiliki kemampuan, beliau berharap mereka tidak melupakan semangat berbagi dan dapat menjadi pihak yang memberikan manfaat kepada sesama.
Apresiasi kepada Muzaki dan Pemerintah Kota Bukittinggi
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Bukittinggi juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS.
Yandri menegaskan bahwa zakat yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Kepercayaan tersebut akan terus kami jaga dengan berupaya mengelola dan mendistribusikan zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, para camat, seluruh kepala sekolah, guru pendamping, orang tua siswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Program Bukittinggi Cerdas.
Kankemenag: Zakat Membawa Keberkahan dan Kesucian
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Bukittinggi yang telah menghimpun zakat sehingga dapat disalurkan kepada anak-anak yang bersekolah di SDN, SMP, MIN, dan MTsN se-Kota Bukittinggi.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kota Bukittinggi yang telah menghimpun zakat, sehingga pada hari ini dapat diberikan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan bermanfaat untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Bapak Dr. H. Irwan menjelaskan bahwa zakat memiliki makna tumbuh dan berkembang. Menurutnya, orang yang berzakat tidak akan menjadi miskin maupun kekurangan harta. Sebaliknya, zakat menjadi bagian dari keberkahan yang membuat harta berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.
Beliau juga mendorong agar gerakan zakat tidak hanya dilakukan oleh ASN, tetapi juga diperluas kepada kalangan pengusaha dan para perantau asal Bukittinggi yang berada di berbagai daerah.
“Insyaallah kita bersama-sama dengan BAZNAS akan kita gerakkan, tidak hanya ASN akan tetapi juga di luar ASN seperti pengusaha dan perantau Bukittinggi yang di luar sana nanti bisa berzakat di Kota Bukittinggi,” katanya.
Menurutnya, semakin besar zakat yang berhasil dihimpun, semakin besar pula kemampuan BAZNAS dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk kepada anak-anak yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Selain bermakna tumbuh dan berkembang, ia menyebut zakat juga memiliki makna suci dan bersih. Harta yang dizakati diharapkan menjadi harta yang suci, kemudian membawa kesucian jiwa dan pikiran.
Ia mengibaratkan proses tersebut seperti menggali sumur. Air yang pertama kali keluar dari sumur biasanya masih kotor. Namun setelah terus dikeluarkan, akan muncul air yang lebih bersih.
“Maka orang yang berzakat, insyaallah hartanya dan dirinya akan suci,” tuturnya.
Dr. H. Irwan kemudian mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung BAZNAS Kota Bukittinggi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat.
“Semakin banyak yang terhimpun, tentunya BAZNAS juga akan semakin banyak mendistribusikan zakat untuk masyarakat kita,” pungkasnya.
Wali Kota: Zakat Harus Tepat Sasaran
Wali Kota Bukittinggi, Muhammad Ramlan Nurmatias, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyaluran zakat harus dilakukan secara tepat sasaran agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Beliau menjelaskan bahwa salah satu dasar dalam pendistribusian zakat adalah masyarakat yang masuk dalam data desil satu sampai empat.
“Dasar dalam pendistribusian zakat ini adalah masyarakat yang terdata dalam data desil satu sampai empat, supaya zakat tersalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan,” jelasnya.
Bapak Ramlan menyampaikan bahwa zakat yang disalurkan BAZNAS Kota Bukittinggi salah satunya berasal dari zakat yang dihimpun dari ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap BAZNAS merupakan bagian dari upaya bersama dalam memikirkan kebutuhan masyarakat, termasuk membantu anak-anak sekolah yang membutuhkan dukungan.
“Pemerintah tetap mendorong kegiatan anak-anak kita, mendukung BAZNAS. Tentu ini merupakan bagian dari kewajiban kita di Pemerintah Kota Bukittinggi maupun BAZNAS Kota Bukittinggi memikirkan anak-anak sekolah bagaimana ada bantuan,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa zakat dari pegawai negeri menjadi salah satu sumber terbesar penghimpunan zakat BAZNAS Kota Bukittinggi setiap tahunnya. Selain itu, BAZNAS juga terus berupaya mengembangkan penghimpunan zakat dari para pengusaha yang ada di Kota Bukittinggi.
Ramlan mengapresiasi BAZNAS Kota Bukittinggi dan menegaskan bahwa program tersebut akan terus dilaksanakan setiap tahun.
“Terima kasih kita kepada BAZNAS Kota Bukittinggi. Program ini setiap tahun akan dijalankan,” katanya.
Bantuan Diharapkan Digunakan untuk Kebutuhan Sekolah
Dalam pendistribusian Program Bukittinggi Cerdas, setiap mustahik mendapatkan bantuan sebesar Rp400.000.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi yang didampingi pimpinan BAZNAS dan para tamu undangan yang hadir.
Dalam mekanisme penyalurannya, bantuan diserahkan oleh BAZNAS Kota Bukittinggi kepada kepala sekolah untuk kemudian diteruskan kepada orang tua siswa penerima manfaat.
Wali Kota berpesan agar bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan sekolah anak.
“Beliau berpesan kepada orang tua agar uang yang diterima dipergunakan untuk kepentingan atau kebutuhan sekolah anak,” demikian disampaikan dalam sambutannya.
Zakat sebagai Kekuatan Membangun Masyarakat
Pendistribusian Program Bukittinggi Cerdas ini menjadi bukti nyata bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
BAZNAS Kota Bukittinggi terus mendorong agar penghimpunan zakat dapat semakin optimal sehingga manfaat yang diberikan kepada mustahik juga semakin luas. Zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan mustahik oleh Wali Kota Bukittinggi bersama pimpinan BAZNAS dan tamu undangan.
Program Bukittinggi Cerdas diharapkan mampu meringankan beban keluarga penerima manfaat, meningkatkan semangat belajar para siswa, serta melahirkan generasi Kota Bukittinggi yang cerdas, berakhlak, mandiri, berprestasi, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.